Monday, May 26, 2014

Asal Mula Layanan Referensi


Dewasa ini layanan referensi merupakan fitur resmi di setiap perpustakaan, namun rupanya layanan referensi bisa bermanfaat lebih dari itu. Layanan referensi muncul pada kurun waktu baru-baru ini, yaitu sekitar 6 persen dari sejarah perpustakaan. Layanan referensi memiliki sejarah yang sangat singkat. Referensi benar-benar anggota baru dari deretan aktifitas perpustakaan. 

Berdasarkan sejarahnya, peran perpustakaan dalam masyarakat dapat dibagi ke dalam tiga fungsi utama. Masing-masing adalah proses yang rumit, sekalipun demikian ia merupakan proses yang dapat didefinisikan dalam istilah sederhana secara relatif. Tanpa ketiga fungsi ini, perpustakaan yang kita ketahui takkan pernah ada. Ketiga fungsi ini saling membangun satu sama lainnya demi menciptakan lingkungan perpustakaan yang modern.

Masing-masing dari fungsi-fungsi ini bertujuan pada khalayak yang spesifik: komunitas yang dilayani oleh perpustakaan. Perpustakaan bukanlah sebuah organisasi mandiri yang terpisah dalam masyarakat. Perpustakaan didesain untuk membantu kebutuhan yang sangat khusus, pada komunitas tertentu. Perpustakaan umum melayani penduduk pada suatu wilayah geografi tertentu. Perpustakaan akademik dan sekolah melayani siswa, fakultas, dan pegawai pada institusi pendidikan tertentu. Perpustakaan medis melayani pegawai dan pasien pada rumah sakit atau klinik tertentu. Perpustakaan korporasi melayani pegawai dan manajemen atas entitas bisnis tertentu. Perpustakaan hukum melayani pengacara-pengacara dan pegawai pada firma hukum tertentu. Pada setiap masing-masing kasus, kebutuhan-kebutuhan komunitas didukung oleh perpustakaan dalam berbagai cara. Ketiga fungsi perpustakaan haruslah secara langsung mampu melayani induk komunitas-komunitas agar sukses.

Berdasarkan sejarahnya, fungsi pertama dari perpustakaan adalah untuk membangun dan memelihara berbagai koleksi.  Di masa lalu, perpustakaan-perpustakaan mengumpulkan berbagai materi yang diminta oleh komunitas-komunitas yang mereka layani. Koleksi-koleksi tersebut diciptakan sebagai sumber penelitian bagi komunitas dan diadakan oleh mereka yang berkuasa, pemilik kewenangan, dan mereka yang berkemampuan dalam menggunakannya. Dari perpustakaan termahsyur Alexandria pada dua millenium yang lalu hingga Perpustakaan Congress hari ini, koleksi-koleksi menyajikan kegunaan collective intellectual bagi komuntitas. Walaupun format-format koleksi tersebut telah berubah secara dramatis sepanjang waktu, dari berupa gulungan-gulungan dan lembaran-lemabaran tanah liat hingga buku, microfilm, DVDs, dan basis data elektronik serta web site, koleksi perpustakaan tetap menjadi pusat pada fungsi perpustakaan hari ini. Sebuah perpustakaan tanpa koleksinya tidak cukup (patut/layak) untuk melayani induk komunitas-komunitasnya.

Fungsi kedua dari perpustakaan adalah mengorganisasi. Kita tidak hanya mengumpulkan berbagai bahan/materi, namun kita juga mengembangkan instrumen yang mampu membantu pengguna (dan pustakawan itu sendiri) untuk menemukan informasi-informasi tertentu yang ada dalam berbagai koleksi. Asal mula fungsi organisasi cukup sederhana. Ketika berbagai koleksi dari sumber-sumber penelitian yang perpustakaan miliki mulai bertamabah banyak untuk diingat oleh pustakawan, para pustakwan mulai mengembangkan intrumen pencari aneka bahan tersebut yang ada dalam koleksi-koleksi. Katalog, indeks, daftar pustaka/bibliografi, dan berbagai alat lainnya didesain untuk membimbing pustakawan pada sumber-sumber yang ada dalam berbagai koleksi. Kegiatan ini mulai berkembang secara meluas di abad keenam belas dan terus berkembang pada abad-abad selanjutnya. Pengarang, judul subjek, kartu catalog, Sistem Desimal Dewey, indeks periodikal, pencarian kata kunci, OCLC, html, xml, dan metadata seluruhnya adalah komponen-komponen dari fungsi organisasi perpustakaan. Instrumen-instrumen ini menjadi lebih kompleks, namun fungsinya tetap sama.

Fungsi yang ketiga dari perpustakaan adalah melayani pengguna-fungsi yang hari ini biasa kita sebut sebagai layanan referensi. Oleh karena berbagai bentuk koleksi di internal pusat perpustakaan dan organisasi menghubungkan berbagai materi internal tersebut kepada pengguna eksteral, maka referensi ialah sebuah fungsi yang bermula pada pengguna. Tidak seperti dua fungsi lainnya dari perpustakaan, layanan referensi bermula pada waktu dan tempat tertentu serta sebagai sebuah jawaban atas kebutuhan tertentu. Ini juga menandakan perubahan yang dramatik atas peran dan sifat dasar perpustakaan dalam komunitasnya.

Sebelum pertengahan abad ke sembilan belas, perpustakaan-perpustakaan secara keseluruhan hanya berhak dinikmati oleh golongan elit dalam komunitas tertentu. Perpustakaan hanya sedikit menarik perhatian para penduduk biasa untuk sebuah alasan yang sangat mendasar dan sederhana-mayoritas golongan pekerja dan rakyat kelas bawah tidak mengerti cara membaca. Pendidikan dan khusunya kemampuan membaca, dulu hanya disediakan bagi golongan rakyat kelas atas. Dari segala cerita atas sejarah humanistis, orang-orang biasa pada komunitas tertentu kekurangan kemampuan dasar ini (membaca). Karena membaca merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh pengguna perpustakaan manapun, maka perpustakaan dulunya tidak begitu relevan dengan mayoritas komunitas (masyarakat kelas bawah). Hasilnya, kebanyakan komunitas tidak memiliki ketertarikan terhadap perpustakaan.

Namun demikian, selama abad ke sembilan belas konsep universalitas edukasi marak diperjuangkan. Edukasi universal merupakan sebuah konsep yang menggagas bahwa semua masyarakat harusnya diedukasi berdasarkan kemampuan tertentu, termasuk kemampuan membaca. Konsep ini pertamakali diajukan di New England pada pertengahan abad ke sembilan belas dan kemudian berkembang di Amerika Utara. Anak-anak dengan latar belakang yang beragam mulai diedukasi-bermula dengan belajar untuk membaca secara umum. Namun, buku-buku pada saat itu sungguh dihargai tak sebanding dengan kemampuan ekonomi masyarakat, sangat mahal, sehingga pengadaan materi kemampuan membaca pada beberapa rumah tangga benar-benar terbatas. Selama dalam periode waktu yang sama, beberapa komunitas akhirnya mempertimbangkan sebuah konsep pengadaan perpustakaan bagi semua anggotanya-yang hari ini kita sebut sebagai perpustakaan umum. Boston merupakan komunitas pertama yang memiliki perpustakaan semacam itu (1854) dan keberadaan perpustakaan ini segera popular/sukses. Selama tahun pertamanya dibuka-dan di waktu ketika gagasan membawa buku ke rumah dari perpustakaan sebagai hal yang baru-setiap jilid buku yang ada di Perpustakaan Umum Boston telah beredar sebanyak rata-rata 1.5 kali. Masyarakat telah banyak menampakkan keinginannya untuk berkunjung ke perpustakaan dan membaca. Hanya ada sebuah masalah-kebanyakan orang tidak memiliki pengetahuan bagaimana menggunakan perpusatakaan.

Dalam beberapa dekade pembukaan perpustakaan umum, kebutuhan layanan untuk pengguna telah ditetapkan. Penetepan ini merupakan sebuah diskusi yang secara luas diresmikan/dikukuhkan dalam pertemuan Asosiasi Perpustakaan Ameriaka di tahun 1876. Samuel Swett Green secara luas diakui sebagai penerbit yang pertama kali meluncurkan informasi tentang layanan referensi, namun terdapat sedikit keraguan bahwa bukan hanya dia sendiri yang mengakui dan mengajukan kebutuhan layanan referensi. Pada tahun 1880, layanan langsung kepada pengguna telah ditetapkan sebagai sebuah fitur dalam perpustakaan-perpustakaan umum. Selanjutnya hari ini, sangat sulit untuk mencari perpustakaan yang tidak menawarkan layanan referensi pada penggunanya.

Penting untuk dicatat bahwa perpustakaan umum dan layanan referensi muncul dari cita-cita demokrasi (“d” kecil) pada abad kesembilan belas. Sebuah konsep yang menyatakan bahwa semua orang yang ada dalam komunitas, dari kelas atas hingga imigran yang baru tiba, seharusnya memiliki hak yang sama untuk mengakses berbagai sumber dalam perpustakaan sebagai pondasi atas pengetahuan perpustakaan modern. Perpustakaan-perpustakaan berlanjut menjadi salah satu entitas yang paling disyaratkan dalam membangun kehidupan modern, menawarkan berbagai sumber penelitiannya kepada semua orang yang berjalan melalui pintu, menelepon lewat telepon, atau berhubungan dengan portal web. Ini semua adalah warisan dari sebuah gagasan yang awalnya adalah untuk melayani/membantu pengguna.

Referensi:
The Origins of Reference Librarian.

1 comment: