Showing posts with label Larik Solilokui. Show all posts
Showing posts with label Larik Solilokui. Show all posts

Friday, August 7, 2015

Semerbak tanpa Senandung

Bunga-bunga tak pernah bersenandung 
akan harumnya bau mereka.

Tetapi, seketika saja wangi mereka 
nenyeruak ke seluruh penjuru.

Wednesday, August 5, 2015

Tidak Biasa

Terima kasih untuk segenap tokoh yang membantu saya menjadi #tidakBiasa. 


Terima kasih karena kalian membuat aku belajar:

...bahwa hanya Allah yang mampu membuatku merasa cukup.

...bahwa sederhana itu megah.

...bahwa berwajah cerah nan bersahaja itu memikat.

...bahwa pelukan itu menghangatkan dan melebur segala lara.

...bahwa mendengar adalah kenyamanan yang menentramkan dan menakjubkan.

...bahwa lisan yang terjaga lebih harum dari bunga-bunga yang semerbak.

...bahwa ada jiwa-jiwa yang harus dikasihi.

...bahwa ada pendapat yang selayaknya dihargai.

...bahwa ada hak-hak yang patut untuk dijaga.

...bahwa kelembutan melelehkan hati yang membatu.

...bahwa kawan yang baik kadang kala menjadi candu.

...bahwa jarak yang jauh menciptakan gemuruh yang mensucikan.

...bahwa rindu menjalin hati dengan erat.

...bahwa yang dekat mungkin jauh, sementara yang jauh bisa jadi selalu lekat.

...bahwa aku tak perlu menjadi besar demi pengakuan.

...bahwa apa yang dikatakan orang lain sangat mungkin benar. Sebab sebagian kebenaran ada pada orang lain. Sedikit merendah dan mendengar dengan bijak, maka hikmah kian menyeruak.

...bahwa yang terlihat berduri belum tentu melukai.

...bahwa aku harus bertanggung jawab atas pilihan-pilihan. Maka lebih cermat dan bijaksanalah diri.

...bahwa bukan orang lain tetapi aku yang akan memperbaiki "sekarang" dan "kemudian".

...bahwa memperbaiki diri dan sibuk dengannya lebih menghebatkan.

...bahwa keburukanku pada orang lain akan berpulang padaku, bahkan sekadar "ih" sekalipun.

...bahwa tak payah mencela, cukup mencermatinya sebagai bahan pokok pelajaran kehidupan.

...bahwa aku manusia, mereka manusia, kita manusia yang pada fitrahnya tak luput dari kesalahan.

Monday, June 29, 2015

Sudahlah

Sudahlah, kamu tidak patut menyalahkan siapapun.

Jika kamu ingin hebat, 
maka cukup cungkil setiap kesalahan yang ada pada dirimu. 

Tatap kesalahan itu. 
Pelajari ia, 
lalu tanyakan kenapa dan bagaimana. 

Selanjutnya, berubahlah menjadi hebat.

Sementara, orang yang paling hebat adalah 
orang yang bertaqwa pada Allah dengan keikhlasannya.

200 Jam

Demi beralih dari amatir menjadi mahir, 
kamu harus membayar lebih dari 200 jam percobaan. 

Selamat Mencoba!

Para ilmuwan hingga kini baru meneliti 5% saja dari otak. 
Maka, bukankah kita lebih mampu dari yang kita bayangkan?

Put your trust in Allah. 
Then put in work, put in work, put in work. 

Allah yang akan memberikan kembali dengan cara yang menakjubkan.

Thursday, June 25, 2015

Ikhlas Memudahkan

Allah menjamin kemudahan 
bagi orang yang ikhlas. 

Masih sulit? 

Koreksi niat. 

Allah pun menjamin jalan keluar 
bagi orang yang bertaqwa. 

Masih sulit? 

Koreksi taat.

Wednesday, June 3, 2015

Hati yang Tak lagi Mukim

Tak payah menghiraukan 
mata yang berpaling. 

Sebab pada hakikatnya 
hati mereka tak lagi mukim.

(Nasihat seorang dosen dengan dramatisasi)

Tuesday, June 2, 2015

...karena Berbeda

...karena kita sekadar tertarik 
pada hal yang berbeda. 

Tetapi aku yakin 
kamu punya kualitas yang sama rupawan.

Tuesday, May 19, 2015

...karena Allah

...karena Allah 
ingin kamu paham bahwa Dia selalu ada untukmu.

...karena hanya Allah 
yang mampu membuatmu merasa cukup.

...karena Hati

...karena kata-kata yang engkau kemas 
dengan penuh perhatian yang menghangatkan 
itu lebih mampu melebur deviasi diri ini.

...karena kelembutan itu 
bersemi dalam hati. 

Hati yang selalu lebih mampu 
mengingat dengan pekat.

Friday, April 24, 2015

Kerdil yang Digdaya

Sungguh mereka yang terbawah 
bukanlah karena mereka kerdil. 

Tetapi, 
justru karena mereka digdaya atas diri mereka, 
maka mereka lebih cenderung pada pilihan sederhana. 

Dari yang sederhana itu 
lantas mereka bisa menjumpai Allah 
dengan wajah yang merona.

Saturday, February 21, 2015

Berlepas Diri

Berlepas dirilah dari manusia.
Sehingga, ketika mereka lalai akan hakmu,
kamu lebih mudah memaafkan.

Bukankah Allah adalah Rabb yang Maha Mendengar,
Maha Melihat, Maha Penyayang, Maha Pengasih,
dan Maha Pengampun?

Maka, berlepas dirilah …

Wednesday, February 18, 2015

Mendengarkan

Ketika orang lain berbicara
hendaknya kamu tidak tergesa-gesa menyimpulkan.
Biarlah mereka menyelesaikan
apa yang hendak mereka sampaikan.

Sehingga, kamu mampu 
mencapai ide pokok yang paripurna 
dari apa yang mereka utarakan.

Kesalahan ikhtisar menyebabkan
tujuan perkataan gagal tersampaikan.
Sungguh, mendengar adalah kegiatan ajaib 
yang membutuhkan banyak kesabaran.

Ya Allah, berilah kami kesabaran dan ketelitian
dalam mendengar pendapat orang lain.
Sehingga, kami mampu mengambil faedah 
pada apa yang orang lain katakan.

Monday, February 16, 2015

Manusia

Masalah apa yang ada pda dirimu,
bukan berarti menjadikanmu semena-mena
pada perasaan orang lain.

Setiap muslim punya hak mereka
atas kamu.

Maka, kamu punya
kewajiban untuk mereka.
Walau sekadar bermuka cerah dan
bertutur lembut lagi penuh hikmah.

Tuesday, November 25, 2014

Tak Tertakar


Cinta yang tak tertakar
Ia hanya melumpuhkan

Sebagaimana ...

Benci yang tak tertakar
Ia kelak membinasakan

Wednesday, November 5, 2014

Mendengar Untuk Memahami


Tak perlu mementahkan semuanya...
Lalu tak payah pula menelan segalanya...

Dengarlah...
Lantas pahami...

Dengannya kamu akan tumbuh dan berkembang...

Friday, October 3, 2014

Sandaran Hati


Bersandarlah wahai hatiku 
pada Sang Pemilik Hati. 

Bersandarlah 
hingga engkau lelap. 

Bersandarlah 
hingga engkau sadar 
tiada sandaran yang lebih leluasa
selain dari pada-Nya.


Thursday, October 2, 2014

Sederhana


Hidup selalu lebih sederhana 
dari pada logika manusia, 
hanya jika dikembalikan pada Pemilik semesta raya.




Value People...


Ini bukan tentang laba 
yang kau reguk untuk diri sendiri.

Tapi 
bagaimana kita memberi harga yang tinggi 
pada orang lain. 

Mereka jauh dari istilah inferior. 
Begitu pula kamu 
yang selalu berkenan diperlukan superior. 

Belajar...

Ini tentang: kamu; aku; dia; 
kalian; mereka; dan kita. 

Selalu dan selamanya...  


Sunday, September 14, 2014

Kelapangan yang Luas


Alam raya ini luas. 
Allah menyediakannya 
untuk memenuhi segala rupa kebutuhan manusia. 

Baik manusia yang beriman pada Allah 

maupun yang berpaling dari Nya. 

Sekadar semutpun tak luput 

dari kelapangan yang Allah janjikan. 

Kelapangan itu datangnya dari Allah. 

Sementara, kesempitan tidak lain hanya dari syaitan.
Dan kekurangan itu 
akibat kebodohan manusia. 

Allah Maha Mengetahui lagi Maha Memberi. 



Friday, September 12, 2014

Islam Itu Aman dan Menentramkan


Bagaimanapun
yang lurus dan shahih akan tetap demikian.

Tapi
yang bengkok dan palsu
akan terpenggal dari kebenaran.