Terima kasih untuk segenap tokoh yang membantu saya menjadi #tidakBiasa.
Terima kasih karena kalian membuat aku belajar:
...bahwa hanya Allah yang mampu membuatku merasa cukup.
...bahwa sederhana itu megah.
...bahwa berwajah cerah nan bersahaja itu memikat.
...bahwa pelukan itu menghangatkan dan melebur segala lara.
...bahwa mendengar adalah kenyamanan yang menentramkan dan menakjubkan.
...bahwa lisan yang terjaga lebih harum dari bunga-bunga yang semerbak.
...bahwa ada jiwa-jiwa yang harus dikasihi.
...bahwa ada pendapat yang selayaknya dihargai.
...bahwa ada hak-hak yang patut untuk dijaga.
...bahwa kelembutan melelehkan hati yang membatu.
...bahwa kawan yang baik kadang kala menjadi candu.
...bahwa jarak yang jauh menciptakan gemuruh yang mensucikan.
...bahwa rindu menjalin hati dengan erat.
...bahwa yang dekat mungkin jauh, sementara yang jauh bisa jadi selalu lekat.
...bahwa aku tak perlu menjadi besar demi pengakuan.
...bahwa apa yang dikatakan orang lain sangat mungkin benar. Sebab sebagian kebenaran ada pada orang lain. Sedikit merendah dan mendengar dengan bijak, maka hikmah kian menyeruak.
...bahwa yang terlihat berduri belum tentu melukai.
...bahwa aku harus bertanggung jawab atas pilihan-pilihan. Maka lebih cermat dan bijaksanalah diri.
...bahwa bukan orang lain tetapi aku yang akan memperbaiki "sekarang" dan "kemudian".
...bahwa memperbaiki diri dan sibuk dengannya lebih menghebatkan.
...bahwa keburukanku pada orang lain akan berpulang padaku, bahkan sekadar "ih" sekalipun.
...bahwa tak payah mencela, cukup mencermatinya sebagai bahan pokok pelajaran kehidupan.
...bahwa aku manusia, mereka manusia, kita manusia yang pada fitrahnya tak luput dari kesalahan.
Ketika orang lain berbicara hendaknya kamu tidak tergesa-gesa menyimpulkan. Biarlah mereka menyelesaikan apa yang hendak mereka sampaikan. Sehingga, kamu mampu mencapai ide pokok yang paripurna dari apa yang mereka utarakan. Kesalahan ikhtisar menyebabkan tujuan perkataan gagal tersampaikan. Sungguh, mendengar adalah kegiatan ajaib yang membutuhkan banyak kesabaran. Ya Allah, berilah kami kesabaran dan ketelitian dalam mendengar pendapat orang lain. Sehingga, kami mampu mengambil faedah pada apa yang orang lain katakan.
Masalah apa yang ada pda dirimu, bukan berarti menjadikanmu semena-mena pada perasaan orang lain. Setiap muslim punya hak mereka atas kamu. Maka, kamu punya kewajiban untuk mereka. Walau sekadar bermuka cerah dan bertutur lembut lagi penuh hikmah.
Bersandarlah wahai hatiku pada Sang Pemilik Hati. Bersandarlah hingga engkau lelap. Bersandarlah hingga engkau sadar tiada sandaran yang lebih leluasa selain dari pada-Nya.
Alam raya ini luas. Allah menyediakannya untuk memenuhi segala rupa kebutuhan manusia. Baik manusia yang beriman pada Allah maupun yang berpaling dari Nya. Sekadar semutpun tak luput dari kelapangan yang Allah janjikan. Kelapangan itu datangnya dari Allah. Sementara, kesempitan tidak lain hanya dari syaitan. Dan kekurangan itu akibat kebodohan manusia. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Memberi.